TENTANG SAMANTA
 







Profil
Pengurus
Latar belakang
Isu utama
Visi Misi
Renstra
Skema Dana Hibah

Program 2008-2009

   
  Expanding Menu
   
  Link
 
   
   
   
   
 
   
 
   
 
   
 
 
 
   
 
 
  "Informasi, serta Masukan Silahkan kirim ke : redaksi@samantafoundation.org"
   
 
 
   
   
   
   
 
Untitled Document
Untitled Document
    BERITA SAMANTA
 

  “Dua Siswa SMA 1 Bayan Menerima Bantuan Pendidikan Pundi Amal Samanta”
2010-02-10
2 SD Filial di Sukadana dan Aik Berik menerima alat tulis menulis

Mataram, NTB.
Untuk kesekian kalinya Pundi Amal Samanta Selasa (9/2) kemarin menyerahkan bantuan
pendidikan baik kepada siswa berprestasi maupun kepada siswa kurang mampu di kawasan pinggir hutan. Bentuk bantuan yang diberikan berupa bantuan kepada 2 (dua) anak siswi di SMAN 1 Bayan dan penyerahan perlengkapan alat tulis menulis di SD Filial Tapen Desa Sukadana, KLU dan penyerahan pakaian layak pakai kepada siswa SD Pemotoh Timur Aik Berik, Loteng.

  ”Mengungkit Kemiskinan dari Tepi Hutan : Mengapa Tidak ?”
2010-01-29
"Siaran pers"
Desa tertinggal di sekitar hutan di NTB mencapai 285 desa atau 64 % dari 444 desa sekitar hutan (Dinas Kehutanan NTB, 2007). Tidak mengherankan jika, sekurang-kurangnya 25 %
penduduk miskin di NTB berada di sekitar hutan. Potret kemiskinan sekitar hutan itu dapat dilihat dari penerima BLT di Aik Berik, Setiling, Karang Sidemen dan Lantan Lombok Tengah. Penerima BLT di 4 desa yang berbatasan langsung dengan hutan ini mencapai 4.162 KK (57,8 %) dari 7.193 KK. Secara kuantitatif, potret orang miskin sekitar hutan juga terlihat dari penerima BLT di desa Suntalangu, Sapit, Ketangga dan Perigi Lombok Timur. Penerima BLT di 4 desa ini sebanyak 5.347 KK atau 59 % dari 9.038 KK.

  "Launching Kemitraan Hutan Lestari"
2010-01-28
Selong / Lombok Post 28/1/10. Jumlah lahan kritis di NTB mencapai 507 ribu hektare (Ha) atau setara dengan 26 persen luas daratan NTB. Dari jumlah tersebut, sekitar 159 ribu Ha di antaranya
berada dalam kawasan hutan yang mestinya lestari. ’” kita akan rehabilitasi lahan kritis ini agar lebih bermanfaat,” kata Gubernur NTB TGH. M. Zaenul Majdi saat launching kemitraan hutan lestari PT. HM Sampoerna di Kompi Bantuan Batalyon 752 Pringgabaya, Lotim, kemarin.

  “Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim di Bumi NTB, Sebuah Embrio Perwujudan “Copenhagen Accord” dan “Green NTB”
2010-01-14
31 Desember 2009, Kepala Badan Litbang Kehutanan memimpin tim Badan Litbang Kehutanan – Korea dalam acara audiensi program bersama Indonesia-Korea dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tengara Barat
di kota Mataram. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyambut gembira program bersama Korea-Indonesia yaitu Adaptasi dan Mitigasi perubahan Iklim di bidang Kehutanan melalui kegiatan Afforestasi/Reforestasi Clean Development Mechanism (A/R CDM) dan Reducing Emission from Deforestation and Forest Degradation (REDD), dalam Demonstration Activities (DA) sebagai embrio model implementasi “Copenhagen Accord”

  ”Ritual Selametan Telabah Tradisi petani yang ditinggal selama 10 tahun”
2010-01-14
Hampir 10 tahun petani di Lombok Utara tak pernah mengadakan ritual "Selametan Telabah" atau upacara selamatan saluran irigasi.
Baru kali ini ritual itu diselenggarakan oleh petani Desa
Jenggala, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Senin (28/12/09). Ini sebagai ungkapan rasa syukur petani atas limpahan nikmat yang diberikan Tuhan atas hasil panen selama ini.

 
 
    Berita sebelumnya
”Harus Ada Sanksi Bagi Perusak Hutan” 2010-01-14
“Wilayah Baru Ternyata Semangatnya Juga Baru” 2009-12-31
" Kegiatan Pundi Amal Samanta" 2009-12-31
“Partisipasi Kaula Muda dalam Festival Akar Rinjani” 2009-11-12
“Pertemuan Tahunan Samanta dengan Mitra NTB & NTT” 2009-11-05
 
Arsip berita
 
 
   
  admin page
Hit Counter: 4756  
 
   
© SAMANTA FOUNDATION 2008
we care and concern to share