konsentrasi Gas Rumah Kaca (GRK) seperti karbon dioksida, metan, asam nitrat dan lainnya di atmosfer bertambah. Para ilmuwan umumnya percaya bahwa pembakaran bahan bakar fosil (penggunaan batubara, minyak bumi), penggunaan gas, penggundulan serta pembakaran hutan; asam nitrat yang dihasilkan oleh kendaraan dan emisi industry; emisi metan yang disebabkan oleh aktivitas industri dan pertanian merupakan penyebab utama dari bertambahnya konsentrasi GRK.
Komposisi kimiawi dari atmosfer sedang mengalami perubahan sejalan dengan penambahan GRK. Setiap tahun, dengan bertambahnya jumlah akumulatif GRK di udara berarti mempercepat pemanasan global.
Selong (17/4/10) – Hari ini Kelompok HKm Sambelia dan Sapit datangi kantor bupati Kabupaten Lombok Timur untuk mencari kejelasan tentang perkembangan usulan
permohonan mereka guna memperoleh Izin Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan (IUPHKm). Langkah ini dilakukan oleh gabungan kelompok tani hutan kemasyarakatan (HKm) yang tergabung ke dalam Koperasi “Wana Lestari” Sambelia; desa Sugian dan Belanting, dan gabungan kelompok tani HKm Sapit yang berasal dari desa Sapit dan Bebidas dengan mengacu pada Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.37/2007 tentang Hutan Kemasyarakatan.
Mataram, NTB.
Untuk kesekian kalinya Pundi Amal Samanta Selasa (9/2) kemarin menyerahkan bantuan
pendidikan baik kepada siswa berprestasi maupun kepada siswa kurang mampu di kawasan pinggir hutan. Bentuk bantuan yang diberikan berupa bantuan kepada 2 (dua) anak siswi di SMAN 1 Bayan dan penyerahan perlengkapan alat tulis menulis di SD Filial Tapen Desa Sukadana, KLU dan penyerahan pakaian layak pakai kepada siswa SD Pemotoh Timur Aik Berik, Loteng.
”Mengungkit Kemiskinan dari Tepi Hutan : Mengapa Tidak ?”
2010-01-29 "Siaran pers"
Desa tertinggal di sekitar hutan di NTB mencapai 285 desa atau 64 % dari 444 desa sekitar hutan (Dinas Kehutanan NTB, 2007). Tidak mengherankan jika, sekurang-kurangnya 25 %
penduduk miskin di NTB berada di sekitar hutan. Potret kemiskinan sekitar hutan itu dapat dilihat dari penerima BLT di Aik Berik, Setiling, Karang Sidemen dan Lantan Lombok Tengah. Penerima BLT di 4 desa yang berbatasan langsung dengan hutan ini mencapai 4.162 KK (57,8 %) dari 7.193 KK. Secara kuantitatif, potret orang miskin sekitar hutan juga terlihat dari penerima BLT di desa Suntalangu, Sapit, Ketangga dan Perigi Lombok Timur. Penerima BLT di 4 desa ini sebanyak 5.347 KK atau 59 % dari 9.038 KK.
"Launching Kemitraan Hutan Lestari"
2010-01-28 Selong / Lombok Post 28/1/10. Jumlah lahan kritis di NTB mencapai 507 ribu hektare (Ha) atau setara dengan 26 persen luas daratan NTB. Dari jumlah tersebut, sekitar 159 ribu Ha di antaranya
berada dalam kawasan hutan yang mestinya lestari. ’” kita akan rehabilitasi lahan kritis ini agar lebih bermanfaat,” kata Gubernur NTB TGH. M. Zaenul Majdi saat launching kemitraan hutan lestari PT. HM Sampoerna di Kompi Bantuan Batalyon 752 Pringgabaya, Lotim, kemarin.