
”Harus Ada Sanksi Bagi Perusak Hutan” 2010-01-14 Tanjung(Suara NTB) - Penjabat Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), Drs H Ridwan Hidayat menegaskan isu dunia yang ada saat ini bagaimana kita menghindari kerusakan lingkungan. Upaya ke arah itu harus dikenakan sanksi bagi oknum yang dengan sengaja merusak kawasan hutan.
Penegasan itu disampaikan H Ridwan saat berlangsungnya penghijauan di Gili Trawangan, Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Sabtu (9/l/10). Gerakan penanaman penghijauan diadakan Departemen Agama (Depag) Lombok Barat.(Lobar). Penanaman penghijauan yang melibatkan seluruh pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) se KLU dan karyawan Depag Lobar, juga dihadiri Kakandepag Lobar, Drs. Muslim, Sekda KLU, H. Djohan Sjamsu, SH, Kabag Humas Setda KLU, Drs H. Ahmad Sujanadi, Camat Pemenang, Mirahim, SIP dan undangan lainnya.
Dijelaskan, penanaman penghijauan yang diprakarsai oleh Depag Lobar ini merupakan langkah awal menangulangi kerusakan lingkungan. Apalagi, saat ini dunia sedang giatnya berupaya mengajak masyarakat menjaga lingkungan, baik di darat maupun laut. Ridwan juga menyampaikan ucapan terimna kasih kepada Depag Lobar yang mengadakan acara ini sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan di Trawangan.
Sekretaris panitia penyelenggaraan penanaman penghijuan, M.AbuArifA, SAg., menerangkan penanaman penghijauan di Trawangan merupakan rangkaian hari amal bakti Depag ke-64 tahun ini yang diperingati setiap 3 Januari. Bantuan bibit sekitar 2.600 pohon berupa sengon, flamboyan dan mahoni diperoleh dari bantuan Dinas Kelautan Perikanan Pertanian Kehutanan (KPPK) KLU.
Lokasi penanaman dipusatkan di Bukit Trawangan, pekarangan rumah warga dan di pinggir pantai. Kades Gili indah,HM. Taufik menjelaskan dalam waktu dekat gili akan memperoleh bantuan bibit penghijauan dari Gili Eco Trut, sebuah yayasan yang bergerak dibidang lingkungan laut dan darat. Dalam menjaga tanaman yang ada, pihaknya akan melibatkan warga Trawangan untuk melakukan pemantauan setiap saat. Taufik juga meminta kepada pemerintah Lombok Utara untuk menyediakan bibit cadangan yang digunakan bagi pengganti tanaman yang mati. Jika tidak, ia sulit mendapatkan bibit tanaman sebagai persediaan setiap saat dibutuhkan. Bibit cadangan itu kita butuhkan sebagai pengganti tanaman yang mati,jelasnya.
|